Ketika Mereka Menjawab "..Kita khan Syafi'i.." bag.2
Itu memang terjadi, masyarakat Indonesia, khususnya pulau Lombok, yang mengatakan bahwa mereka bermadzhab Syafi'i belum mempelajari secara mendetail madzhab Syafi'i. Hal ini disebabkan karena kebanyakan dari mereka mengikuti apa yang mereka terima dari seorang kiaya (red:jawa), Tuan Guru (red:lombok) tanpa bertanya lebih jauh dalil yang digunakan. Hal ini berakibat ketika mereka ditanya mengenai sebuah masalah yang menyelisihi As-Sunnah, mereka menjawab "..laa iye basen tuan guru!" ( Ini kata Tuan Guru).
Kalau sekiranya mereka menghafal semua pesan Imam Safi'i dalam mengikuti As-Sunnah, kemudian mengetahui artinya (dalam bahasa Indonesia/daerah), serta memahaminya niscaya mereka akan meninggalkan perbuatan itu.
Senin, Februari 2
OPINI
Diposting oleh Rinjani Mountain di 23.04 0 komentar
Minggu, Februari 1
OPINI
Ketika Mereka Menjawab "..Kita khan Syafi'i.."
Ketika menginjakkan kaki saya pertam kali Di Tanah Suci, kawan-kawan yang sudah terlebih dahulu bermukim di sini bertanya, basa-basi, ada yang bertanya .."Kapan datang ?", .."Wah Selamat datang .!!", "..Ya Marhaba..", "..Ahlan wa sahlan..". Dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan selamat yang terlempar ke saya, tapi di antara semua itu ada sebuah kalimat yang membuat saya berfikir lama, bukannya saya bingung terhadap pertanyaan itu. tetapi ada apa ?.
Seorang kawan lama mengatakan kepada saya "Ustad jangan belajar di Haram, karena di sana semuanya Wahabi ?". Saya tidak berkomentar apapun, saya hanya diam, dan mencoba untuk lebih bersikap bijak.
Kawan itu menjelaskan bahwa di Ma'had Haram Al-Makki itu semuanya syekhnya bermazhab Wahabi, saya hanya diam dan tidak banyak komentar, yang terpenting bagi saya adalah sesegera mungkin mencari informasi bagaimana cara masuk ke Ma'had Haram Al-Makki.
Ada apa dengan Wahabi? kenapa mereka begitu membencinya ? ada beberapa jawaban yang mungkin mereka belum membaca sejarah sebenarnya, mereka Taklid Buta (mengikuti tanpa mengetahui dalil). Ada lagi yang mengatakan kepada saya "Jangan belajar di Ma'had Haram, kita khan orang Indonesia Mazhab kita Syafi'i".
Saya hanya tersenyum kepada teman itu, dan saya berfikir untuk menulis Ada apa dengan Mazhab Syafi'i, karena setiap ada perbuatan mereka yang tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, mereka menjawab "kita khan bermazhab Syafi'i".
Mazhab secara bahasa diambil dari kata bahasa Arab "dzahaba-yadzhabu-dzahban wa dzihaaban-dzaahibun-madzhabun-midzhabun-madzhabun" yang artinya jalan, atau aliran.
Sejak masa sahabat sudah muncul perbedaan pendapat di kalangan mereka, contoh dalam masalah penulisan Al-qur'an, dan lain-lain. Ada sekitar 13 madzhab sampai abad keempat, namun yang terkenal sampai saat sekarang ini ada 4 madzhab, yaitu :
1. Maliki
2. Hanafi
3. Syafi'i
4. Hambali
Bermazhab bagi orang awam penting, karena akan sulit bagi mereka untuk mempelajari agama melalui sumbernya yang asli (red :Al-qur'an dan As-Sunnah), mereka cukup mempelajari ringkasan dalam masalah beribadah sesuai dengan madzhab yang mereka pelajari.
Mayoritas orang Indonesia mengatakan mereka bermadzhab syafi'i, walaupun dalam prakteknya banyak yang tidak sesuai dengan ajaran Imam Syafi'i. Ada baiknya kita mengingat kembali beberapa perkataan Imam-Imam Madzhab yang berpesan kepada para pengikutnya untuk tetap teguh pada Al-Hadist :
1. Imam Malik
" Sesungguhnya saya adalah manusia biasa yang salah dan bisa benar. Maka perhatikanlah
secara kritis pendapatku, yang sesuai dengan kitab dan sunnah ambillah, dan setiap
pendapat yang tidak sesuai dengan kitab dan sunnah tinggalkanlah."
2. Imam Abu Hanifah
" Jika saya mengucapkan pendapat yang bertentang dengan Al-Qur'an serta Hadist
Nabi صلى الله عليه وسلم maka tinggalkanlah pendapatku."
3. Imam Syafi'i
" Jika kamu mendapatkan hal-hal yang bertentangan dengan sunnah Rasulallah صلى الله عليه
وسلم maka ikutilah ucapan Rasulallah صلى الله عليه وسلم dan ucapan beliau itulah pendapat
saya."
4. Imam Ahmad bin Hambal
"Barang siapa menolak hadist Rasulallah صلى الله عليه وسلم , maka ia berada ditepi kehancuran
Maka perhatikanlah oleh kalian pendapat para imam madzhab di atas, apakah ada makna dalam perkataan mereka yang memerintahkan kita untuk menentang Hadist, atau tidak mau berhujjah dengannnya dan lebih mengambil pendapat mereka ?.Engkau tidak akan menemukannya, karena mereka adalah imam para pengikut As-Sunnah.
Apakah Imam Syafi'i memerintahkan kita untuk melakukan perbuatan bid'ah, mengatakan bahwa maulid, yasinan pada malam jum'at, memperingati isra' mikraj, memperingati 1 Muharram, adalah bagian dari perbuatan As-Sunnah??
Lalu kenapa mereka menjawab kita "khan Syafi'i ?
Jawabannya adalah mereka belum mempelajari madzhab syafi'i secara keseluruhan, bahkan mungkin belum mengetahui siapa itu Imam Syafi'i ? sehingga pada akhirnya mereka menisbatkan setiap perbuatan bid'ah mereka adalah bagian dari ajaran Imam Syafi'i.
....bersambung
Diposting oleh Rinjani Mountain di 21.57 0 komentar
MUKADDIMAH
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu..
Berembe kabar pelungguh senamian lek gumi sasak ? mudahan tetap solah sehat, ndek kurang napi-napi. Blog nike tepinak isik kanak sasak sak kepusak jok negeri jok, seberang laut, gunung. Lekan blog nike tiang mele berbagi informasi kance sementon jari senamian sak arak lek bumi sasak atau sak arak lek poton langit, informasi Lombok pade khususnya kance NTB pade umumnya.
Aduh gamak batur, kangen gati tiang nike olek bumi sasak sak asri nike, ingat ruen pantai sak arak lek senggigi, kute, gunung rinjani, kance bangket-bangket sak ijo-ijo.
Sementon tiang senamian amun arak usula kance saran sak sifat nike ngembangun, silak pelungguh pade isi komen lek taok uah tesediaan. adente pade taok kance side pade.
Marak niki juluk tiang haturan pelungguh senamian, lebih kurangnya tiang maturkan terimah kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarokaatuhu
Diposting oleh Rinjani Mountain di 18.00 0 komentar